Kematian Metalcore

Kalau kamu mengaku kamu pecinta musik metal atau cadas, pasti kamu tau tentang sub-genre yang memang lagi gencar-gencarnya muncul yaitu metalcore. Sebut aja band kayak Avenged Sevenfold, Atreyu, dan Killswitch Engage. Tiga band tersebut dianggap sebagai pendekarnya metalcore yang belakangan ini lagi rame dibicarakan

Sejak pertama muncul di Amerika, sub-genre ini langsung jadi pusat perhatian dengan musik perpaduan antara hardcore punk dan ekstrem metal, band-band pengusungnya sukses menghidupkan kembali scene metal yang sempet jalan ditempat. Dan sekarang harus diakui band-band metalcore punya sumbangsih yang sangat besar dijalur industri metal.

Popularitas metalcore yang naik tajam ternyata bak pisau bermata dua. di satu sisi perkembangan metalcore membuat band-band penganutnya bisa hidup lumayan karena gigs metalcore yang semakin ramai. Di sisi lain kondisi ini malah membuat dedengkot metalcore gerah. Howard Jones, frontman dari Killswitch Engage pun berkomentar kalau dia memainkan musik tersebut hanya untuk menyalurkan energinya yang meluap-luap. ternyata musik ini sekarang malah hype dan banyak dibicarakan, dia pun berkata bahwa musik yang terlalu happening tidak akan bertahan lama. Tidak hanya Jones saja yang berpendapat sama, para pesonel atreyu pun juga seperti itu. Bahkan di album barunya, atreyu membuat lebih metal tidak peduli dengan scene metal apa nantinya

Tidak hanya masalah popularitas, metalcore juga dapat mengganggu kesehatan. Kok bisa ? walaupun terlihat mudah, teknik scream untuk metalcore harus dilakukan dengan baik dan benar jika tidak akan mencederai penyanyinya. Contohnya Shadow, vokalis dari band yang udah tidak asing Avenged Sevenfold dulu memiliki suara yang sama pada umunya penyanyi metalcore seperti karakter suara growl dan screaming. Terlihat pada album A7x sounding seventh trumphet dan waking the fallen. Namun setelah itu, pita suaranya terganggu dan harus dioperasi. Itu yang membuat Avenged Sevenfold mengganti aliran menjadi heavy metal karena shadow yang sudah tidak memungkinkan untuk memakai suara seperti dulu.

Hal ini juga terjadi pada vokalis Bullet For My Valentine, Matt. Sama seperti Shadow yang mengalami gangguan tonsil dan divonis tidak boleh scream lagi. Hasilnya BFMV pun mengubah aliran manjadi emo-core.

Kalau semakin banyak dedengkot metal yang mengalami hal ini. Metalcore pun akan raib dari bumi.

 

About riohuda

Silahkan menilai sendiri
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s