Main Internet, Melemahkan Rupiah

Membuat account email, bikin blog dan account situs pertemanan eman asik. Selain gratis, dari situs kita bisa dapat banyak ilmu, sekalian juga bisa jadi wadaha narsis dan emosi. Tapi tahu tidak kalau sebenarnya dibalik itu ada perputara uang yang memberatkan negara kita ?

Memang sih account apapun yang kita buat di internet tidak mengeluarkan biaya. Tidak heran kalau kita jadi maniak sama yang namanya internet. Menurut data Worls Stats (Juni 2007), pengguna internet tertinggi  (459 juta orang). Tidak heran kalau benua asia, tempat tinggal kita ini menjadi target konsumen terbesar industri internet dunia.

Ini dia kelemahan kita. Produsen internet, baik situs web ataupun mesin pencari, kebanyakan berasal dari Amerika. Sementara negara-negara di asia hanya menjadi konsumen. Hal ini yang menjadi salah satu yang turut menyumbang makin menguatnya dollar dan melemahnya rupiah.

Lhoh kok bisa ? Bukannya kita bikin account gratis ?

Nah, ternyata yang gratis itu Cuma kita yang ngerasain. Di sisi lain, ada pihak yang harus membayar uang sewa ke situs yang bersangkutan. Pihak yang kuran gberuntung tersebut adalah ISP alias internet service provider adalah penyedia jasa internet sebagai jembata antara konsumen dan produsen internet

Di Indonesia, ada puluhan ISP yang menerima order pemasangan sambungan internet. Maka, kalaua kita membuka sebuah situs, sebuah ISP harus membayar biaya sewa bandwith yang memungkinkan kita surfing di dunia maya. Jadi, yang gratis itu hanya sisi di dalam situsnya, gelombangnya sih tetep bayar.

Masalahnya, karena produsen situs konten gratis – dan populer itu- kebanyakan dari Amerika, maka anggaran belanja bandwith ISP Indonesia kebanyakan ditujukan ke negara Paman Sam itu. Dan itu berarti aliran uang yang melimpah untuk situs semacam Facebook, MySpace, Youtube, Twitter.

Nggak percaya ? coba aja liat situs populer tersebut dikalangan teman kita. Sebagian besar, kita malah jarang menggunakan internet untuk browsing. Tapi kita tetep stay pada situs chatting, berkenalan di situs pertemanan, meng-upload blog di situs jurnal, sampai download musik dan video.

Solusinya pasti ada. Apalagi kalau bukan dengan banyak merintis situs, email dan milis gratis versi lokal. Walaupun sekarang belum ada sambutan baik dari pemerintah, usaha ini bisa mengurangi beban ISP

Sampai hal ini terwujud, kita masih negara importir situs internet

About riohuda

Silahkan menilai sendiri
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s