Guru Sensi Bikin Keki

Saya punya teman ya sebut saja Dito. Siswa sebuah sekolah menengah atas di jawa timur. Dito mengaku bermasalah dengan guru bahasa inggrisnya, pak samsul. Menurut Dito sih kayaknya pak samsul benci banget sama dia. Kalau kelas ribut, mesti Dito yang disalahkan. Padahal sering kali Dito lagi bengong. Udah gitu kalau pak samsul lagi bad mood, Dito juga selalu menjadi korban disuruh maju mengerjakan soal yang diberikan pak samsul yang susahnya amit-amit.

“ya yang lebih parah tuh waktu temen-temenku membuka nilai ulangan yang baru di nilai oleh pak samsul, dikantor guru. Pak samsul tiba-tiba dateng. Mereka langsung kabur. Nah aku kebetulan ada di deket situ karena ada urusan dengan guru lain, aku ya diem aja abis aku pikir aku nggak ikut-ikutan eeeehh.. Pak samsul tau-tau nyamperin terus marah-marah terus dia nyubit bahuku sampai biru” cerocos Dito, mangkel.

Kondisi kayak gini hampir tiap hari dirasakan oleh Dito, apalagi kalau dito yang melakukan kesalahan, pak samsul pun puas mempermalukan Dito di depan umum. Mungkin tidak hanya Dito aja yang merasakan seperti ini, banyak siswa-siswi lain yang bernasib sama dengan Dito.

Mangkelin ? jelas. Terutama saat kita tidak pernah melakukan kesalahan pada beliau. Seandainya pun kita pernah bikin salah dan kemudian sudah minta maaf tetapi guru masih menunjukan sikap yang sentimen, dada tetep terasa sesek.

Jadi sentimen yang ditunjukkan oleh guru yang seperti itu memang tidak ada alasannya. Sentimen adalah sikap atau penilaian yang didasari oleh emosi, bukan rasio. Kalau dibuat perumpamaan, rasa sentimen sama kayak rasa cinta. Tidak ada penyebab, tidak ada alasannya, subyektif, dan bisa menimpa siapa saja.

Pasti para korban guru sentimen merasa tertekan. Kondisi yang dialami korban sudah tidak bisa di apa-apakan lagi. Paliang usaha yang bisa dilakukan adalah mencari penengah. Penengah disini adalah sebagai orang yang berpengaruh bagi guru sentimen. Orang yang omongannya didengar oleh dia. Dan jelaskan kepada si penengah, beserta fakta-faktanya.

Kalau tidak berhasil bagaimana ? pokoknya ada tiga alternatif pilihan. Pertama, jalani saja seikhlasnya. Kedua, konsultasi kepada pihak ketiga. Yang terakhir, kalau masih tidak bisa mending pindah sekolah aja. Konyol tapi kalau dibiarkan hanya masalah dengan satu guru bisa mengganggu konsentrasi belajar.

Tips lain nih :

1.       Usahakan jangan bikin kesalahan sedikit pun

2.       Hindari berurusan dengan dia kalau memang tidak urgent

3.       Tingkatkan prestasi ! ini bisa membuat guru sentimen tengsin sendiri dia akan menyangka kita lebih dari mereka.

4.       Redam emosi jangan melawan

5.       Tidak usah cari muka untuk mengambil hatinya

6.       Minta dukungan teman.

About riohuda

Silahkan menilai sendiri
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s